Pages

24 June 2014

FROM MY DEEPEST HEART.



Akhirnya, hari ini datang. Hari libur. Mengistirahatkan pikiran dari beban-beban yang berat, melupakan segala sesuatu tentang sekolah tanpa perlu khawatir sama sekali, tinggal di rumah kemudian bosan atau nongkrong dengan teman-teman, kerabat, dan siapa pun yang kau inginkan tanpa perlu khawatir tentang hari esok .. Ya, aku suka hari-hari ini. Tidak harus pergi ke sekolah dan bersosialisasi dengan orang yang sama setiap hari berulang-ulang, atau mempelajari banyak hal yang terkadang membingungkan dan membosankan.

Tapi kali ini, aku tidak begitu menyukai hari
-hari ini. Kali ini, hari-hari ini adalah hari-hari yang sulit bagiku.


Dipisahkan dengan seseorang. 

Bukan hanya seseorang, seseorang yang istimewa. 

Dipisahkan dengan seseorang yang istimewa. 

Hanya karena jarak. 

Aku tidak pernah tahu berapa lama kita akan dipisahkan sampai Tuhan mempertemukan kita. Aku hanya berpikir, hari-hariku pasti akan berat tanpa melihat sosokmu di selanya. Setiap kali aku mengingat semua momen bersamamu di tempat ini, aku tak kuasa menahan air mata.

Boleh aku jujur? Aku merindukan semua itu.

Aku merindukan wajahmu, senyummu, tawamu, suaramu, sapaanmu, sosokmu.. aku merindukan semua tentangmu, dan terutama, aku merindukan kita di tempat ini.


Ya, takdir memisahkan kita.  Takdir bahwa kau harus meninggalkan tempat ini.
Aku tetap di sini, di sebuah tempat yang penuh dengan kenangan. Sedangkan kau, ke sebuah tempat baru yang suatu saat nanti pasti akan menghasilkan suatu kenangan tersendiri bagimu. Aku tidak akan menemui orang baru disini. Sedangkan kau disana, ku yakin kau akan bertemu dengan orang-orang baru. Menyedihkan bagiku. 

Raga kita terpisah oleh jarak. Kesempatan kita bertemu terhalang oleh waktu. Tetapi itu semua tidak akan membuatku berhenti untuk selalu menjadikanmu satu-satunya orang yang kucintai di hatiku.

Berat bagiku untuk menjalani hari di tempat ini tanpa melihat sosokmu.

Teringat katamu, bahwa hidup ini bagaikan sungai. Selalu mengikuti arus, dan tidak dapat kembali. Bahwa aku tidak akan kehilangan dirimu, dan bahwa kita hanyalah terpisah jauh. Boleh ku berkata sesuatu? Kita tidaklah terpisah. Mungkin raga kita terpisah, tetapi kita yang sesungguhnya tetaplah satu. 



Akankah kau jaga hatimu untukku?



No comments:

Post a Comment

Tell me what you think :)